Penataan Gedung Sate 2026: Jalan Diponegoro Tak Lagi Ditutup Saat Demo, Lalu Lintas Bandung Lebih Lancar
Azis - Friday, 17 April 2026 | 09:32 AM


INFOKBB - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan gebrakan baru melalui penataan kawasan Gedung Sate yang diproyeksikan membawa dampak besar terhadap kelancaran lalu lintas di Kota Bandung. Program ini menjadi sorotan karena menyentuh langsung persoalan kemacetan yang selama ini sering terjadi di Jalan Diponegoro.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa penataan tersebut bertujuan menghadirkan ruang publik yang lebih luas dan tertib, tanpa mengganggu aktivitas kendaraan. Dengan konsep baru ini, masyarakat tetap bisa melakukan berbagai kegiatan, termasuk aksi penyampaian aspirasi.
Selama ini, kawasan Gedung Sate dikenal sebagai titik rawan kemacetan, terutama saat berlangsung aksi demonstrasi. Penutupan Jalan Diponegoro kerap menjadi penyebab utama tersendatnya arus lalu lintas di pusat Kota Bandung.
Namun, melalui penataan terbaru, kondisi tersebut akan diubah secara signifikan. Aktivitas masyarakat di depan Gedung Sate tidak lagi berdampak langsung terhadap kendaraan yang melintas.
Sebagai solusi, pemerintah akan menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan ke jalur memutar di sekitar depan Hotel Pullman. Skema ini diharapkan mampu menjaga arus kendaraan tetap stabil meski aktivitas warga tetap berlangsung.
"Nanti ke depan Jalan Diponegoro tetap terbuka, tidak akan terganggu oleh kegiatan di depan Gedung Sate," ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, Rabu (15/4/2026).
Selain berdampak pada kelancaran lalu lintas Bandung, proyek penataan ini juga akan mempercantik tampilan kawasan Gedung Sate. Ketinggian halaman akan disesuaikan dengan area Gasibu agar terlihat lebih serasi dan terintegrasi.
Area halaman Gedung Sate juga akan dibuat lebih luas dan terbuka, sehingga mampu menampung lebih banyak aktivitas masyarakat tanpa terasa sempit atau padat.
"Halamannya nanti terbuka lebih luas dan lebar," kata KDM.
Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa nilai sejarah kawasan tetap dijaga. Elemen penting seperti batu prasasti Kementerian Pekerjaan Umum tidak akan diubah atau dipindahkan.
Sebagaimana dikutip infokbb dari halaman resmi Jabarprov, penataan Gedung Sate ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menciptakan ruang publik modern yang nyaman, tertib, dan tetap ramah bagi masyarakat.
Dengan perubahan ini, Gedung Sate tidak hanya menjadi ikon pemerintahan Jawa Barat, tetapi juga kawasan publik yang lebih tertata, bebas macet, dan mendukung aktivitas warga secara optimal. (*)
Next News

Kepala Samsat Soekarno-Hatta Dinonaktifkan, Dedi Mulyadi Tegas soal Aturan Baru Pajak Kendaraan
8 days ago

PSEL Jawa Barat Resmi Disepakati, Dedi Mulyadi: Sampah Diolah Jadi Energi Listrik
8 days ago

KBB Punya Sekolah Standar Dunia, Darul Hikam School Terima Kunjungan Siswa dari Australia
8 days ago

Persib Bandung Waspadai Semen Padang di Laga Tandang: Bojan Hodak Sebut Pertandingan Akan Sulit di Pekan 26 Super League 2025/2026
15 days ago

Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar LKPJ Gubernur TA 2025, Pembentukan Pansus XIII dan Laporan Reses II
17 days ago

Wajah Baru Transportasi Bandung 2026: Subsidi BRT Rp337 Miliar Disiapkan
17 days ago

Libur Lebaran 2026, Lalu Lintas ke Puncak, Lembang, dan Pangandaran Padat Merayap
22 days ago

Andrew Jung dan Layvin Kurzawa Hadiri Undangan Dubes Prancis, Wakili Persib di Jakarta
23 days ago

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sukabumi Dini Hari, Getarannya Terasa Hingga Cipongkor Bandung Barat
a month ago

Iran Disebut Sudah Pasang Ranjau di Selat Hormuz, Peringatkan Hargak Minyak 200 Dolar AS per Barel
a month ago