News

Wajah Baru Transportasi Bandung 2026: Subsidi BRT Rp337 Miliar Disiapkan

Admin KBB - Tuesday, 31 March 2026 | 10:19 AM

Background
Wajah Baru Transportasi Bandung 2026: Subsidi BRT Rp337 Miliar Disiapkan
Humas DPRD Kota Bandung

INFOKBB - Langkah serius menuju wajah baru Kota Bandung mulai digodok. Komisi III DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja strategis bersama Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Bandung untuk membedah capaian 2025 sekaligus merancang arah pembangunan 2026.

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Bamus DPRD Kota Bandung ini tak sekadar evaluasi rutin. Sejumlah isu krusial langsung jadi sorotan, mulai dari implementasi Bus Rapid Transit (BRT), kemacetan kronis kota, hingga perbaikan kualitas hunian warga melalui program rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Salah satu fokus utama adalah kesiapan Bandung memasuki era transportasi massal berbasis BRT. Anggaran Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk 2026 tercatat meningkat signifikan menjadi Rp337 miliar. Dana tersebut termasuk subsidi operasional BRT yang digadang-gadang menjadi solusi konkret untuk menekan kemacetan yang selama ini menjadi “penyakit lama” kota.

Namun, di balik ambisi modernisasi transportasi, Komisi III tak menutup mata terhadap potensi gejolak sosial. Pembangunan koridor BRT diprediksi akan berdampak langsung pada juru parkir hingga pengemudi angkutan kota. Untuk itu, skema kompensasi tengah disiapkan sebagai jaring pengaman selama masa transisi.

Di sektor hunian, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Bandung tetap memasang target ambisius: memperbaiki 2.500 unit rumah tidak layak huni. Meski dihadapkan pada efisiensi anggaran, strategi kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi kunci agar target tetap tercapai.



Rapat ini menjadi penegasan bahwa pembangunan Bandung ke depan tak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga soal keseimbangan antara kemajuan dan dampak sosial. Komisi III DPRD Kota Bandung menekankan pentingnya sinkronisasi lintas sektor agar setiap kebijakan benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan arah baru ini, Bandung bersiap menata ulang wajah kotanya—lebih tertib, lebih layak huni, dan diharapkan lebih ramah bagi semua lapisan warganya. ***

Tags