Abah Imang Tolak Rp1 Miliar Demi Pohon Rasamala, Dedi Mulyadi Kucurkan Dana Rp3 Miliar
Azis - Thursday, 18 December 2025 | 08:45 AM


INFOKBB.ID - Sosok Abah Imang, warga Kampung Kebon Kopi, Desa Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, mendadak menjadi sorotan publik setelah kisah perjuangannya menjaga hutan Gunung Salak mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dalam sebuah pertemuan yang terekam dan diunggah melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Abah Imang menunjukkan prinsip kuatnya dalam menjaga kelestarian alam. Ia dengan tegas menolak tawaran uang senilai Rp1 miliar demi menebang satu pohon rasamala tua yang selama ini ia rawat.
Menurut Abah Imang, pohon rasamala memiliki peran vital bagi lingkungan. Akar yang kuat dinilai mampu menyerap air dan menjaga struktur tanah agar tidak mudah longsor, terutama di kawasan rawan bencana seperti kaki Gunung Salak.
Sebelum memberikan dukungan dana besar, Dedi Mulyadi sempat menguji komitmen Abah Imang dengan meminta penebangan pohon rasamala tersebut. Namun permintaan itu langsung ditolak karena dianggap bertentangan dengan prinsip pelestarian alam yang telah ia pegang sejak puluhan tahun lalu.
Pria yang telah menanam dan merawat pepohonan sejak era 1970-an itu bahkan menyatakan lebih memilih tidak makan daripada harus merusak alam. Ia menegaskan bahwa kepentingan lingkungan jauh lebih berharga dibandingkan imbalan materi sebesar apa pun.
“Rp1 miliar atau Rp1 triliun juga Abah tidak sanggup, karena ini demi kepentingan alam,” ungkap Abah Imang kepada Dedi Mulyadi dalam perbincangan tersebut.
Kekaguman Gubernur Jawa Barat pun terlihat jelas. Tergerak oleh ketulusan dan konsistensi Abah Imang, Dedi Mulyadi akhirnya mengalokasikan dana sebesar Rp3 miliar untuk program penanaman ratusan ribu pohon di kawasan kaki Gunung Salak.
Dana tersebut rencananya digunakan untuk menanam sekitar 200 ribu pohon berbagai jenis di lahan garapan kawasan hutan Gunung Salak. Abah Imang dipercaya menjadi koordinator utama sekaligus penggerak masyarakat sekitar agar ikut terlibat dalam kegiatan penghijauan.
Dedi Mulyadi juga berpesan agar pohon-pohon yang ditanam tidak hanya sekadar ditanam, tetapi dirawat dengan baik. Ia menyatakan akan memantau langsung perkembangan penghijauan tersebut demi memastikan kelestarian alam tetap terjaga.
“Kalau menanam Abah mau, kalau menebang tidak mau,” ujar Abah Imang dengan nada haru, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga alam dan menolak segala bentuk perusakan lingkungan.
Program ini diharapkan tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem Gunung Salak, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, sekaligus menjadi contoh nyata bahwa pelestarian alam bisa berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat. (*)
Next News

Persib Bandung Waspadai Semen Padang di Laga Tandang: Bojan Hodak Sebut Pertandingan Akan Sulit di Pekan 26 Super League 2025/2026
6 hours ago

Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar LKPJ Gubernur TA 2025, Pembentukan Pansus XIII dan Laporan Reses II
2 days ago

Wajah Baru Transportasi Bandung 2026: Subsidi BRT Rp337 Miliar Disiapkan
2 days ago

Libur Lebaran 2026, Lalu Lintas ke Puncak, Lembang, dan Pangandaran Padat Merayap
7 days ago

Andrew Jung dan Layvin Kurzawa Hadiri Undangan Dubes Prancis, Wakili Persib di Jakarta
8 days ago

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sukabumi Dini Hari, Getarannya Terasa Hingga Cipongkor Bandung Barat
20 days ago

Iran Disebut Sudah Pasang Ranjau di Selat Hormuz, Peringatkan Hargak Minyak 200 Dolar AS per Barel
22 days ago

Rumah Terancam Roboh di Desa Sukatani Bandung Barat, Ingin Ikut Program Rutilahu
a month ago

Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Barat dan Cimahi Jumat 13 Februari 2026, Cek Lokasi dan Syarat Perpanjangan
a month ago

Saat Tulisan Jurnalis Memaksa Gubernur Angkat Bicara
2 months ago

