Menenun Identitas, Menggores Harapan: Diversifikasi Ikonik Kearifan Lokal Desa Citengah, Sumedang dalam Pengembangan Desain Batik
Admin KBB - Sunday, 15 February 2026 | 04:37 AM


INFOKBB.ID - Kearifan lokal bukan sekadar warisan, melainkan napas yang menghidupi identitas sebuah desa. Di kaki perbukitan dan aliran air jernih yang membingkai Sumedang, Desa Citengah kembali menegaskan dirinya sebagai ruang tumbuh budaya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat Internasional bertajuk “Diversifikasi Ikonik Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik untuk Peningkatan Daya Saing Batik Lokal dan Penguatan Desa Wisata.’’. PPM Internasional ini merupakan bagian dari program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition Program – World Class University (EQUITY - WCU) Universitas Padjadjaran.
Program ini menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi - menggali kembali simbol budaya, lanskap alam, serta nilai-nilai sosial masyarakat Citengah untuk diterjemahkan ke dalam ragam motif batik yang lebih variatif, kontemporer, dan kompetitif. Desa Citengah yang berada di wilayah Sumedang menyimpan potensi budaya dan alam yang kuat sebagai sumber inspirasi desain. Melalui pendampingan intensif, pelatihan kreatif, serta eksplorasi visual berbasis riset budaya, para perajin batik lokal diajak untuk tidak hanya mempertahankan motif yang ada, tetapi juga berani melakukan diversifikasi - menciptakan ikon-ikon baru yang tetap berakar pada kearifan lokal.
Kegiatan ini menghadirkan sinergi antara akademisi, desainer, dan masyarakat. Diskusi partisipatif menjadi ruang berbagi gagasan, sementara lokakarya desain menjadi laboratorium kreatif tempat motif-motif baru lahir. Hasilnya bukan sekadar lembaran kain, melainkan narasi visual tentang Citengah - tentang alamnya, tentang manusianya, dan tentang masa depannya.
Ketua tim PPM FIB Unpad, Dr. Taufik Ampera,M. Hum., menyampaikan bahwa pengembangan desain berbasis kearifan lokal merupakan strategi penting untuk meningkatkan daya saing batik di tengah arus industri kreatif yang semakin dinamis. “Batik bukan hanya produk ekonomi, tetapi juga media representasi identitas. Ketika motif lahir dari akar budaya sendiri, maka ia memiliki kekuatan cerita yang tidak tergantikan,” ujarnya.
Melalui diversifikasi ikonik ini, batik Citengah diharapkan mampu memperluas segmentasi pasar, memperkuat branding lokal, dan meningkatkan nilai tambah produk. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam pemberdayaan masyarakat—mendorong kemandirian ekonomi sekaligus pelestarian budaya.
Tim PPM Internasioanal FIB Unpad terdiri atas Dr. Taufik Ampera, M. Hum., sebagai ketua, Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D., Nani Darmayanti, S.S., M.Hum., Ph.D, dan Indra Sarathan, M.Hum., sebagai anggota. Mahasiswa yang terlibat pada kegitan tersebut adalah Dervan Sohibulkahfi Rosadi, Wildan Firmansyah, Rifqi Muhammad Sidiq, Agisni Nurul Azizah, dan Haya Kinarya Wide Kazhimah.
Tim PPM Internasional FIB Unpad berkolaborasi dengan Tim dari Universiti Utara Malaysia (UUM), yang terdiri atas dua orang dosen pendamping dan lima orang mahasiswa, dan tercatat sebagai mahasiswa internasional sebagai bagian dari strategi internasionalisasi dan kontribusi sosial universitas. Tim dari UUM adalah; Prof Madya Dr Hishamudin bin Isam, Dr Mohamad Zakuan bin Tuan Ibharim, Siti Nurkhadijah Aisyah Binti Zaharruddin, Murnisha Binti Murugaiah, Umizaharah Binti Ismail, Al-Hariz Bin Hazren, dan Afiq Izzuddin Bin Che Abdullah. Tim dari UUM melaksanakan kegiatan secara langsung di Desa Citengah, Sumedang dari tanggal 8 s.d. 12 Februari 2026, bertempat di Wisata Alam Nabawadatala.
Prof. Madya Dr. Hishamudin bin Isam selaku dosen pendamping mahasiswa dari UUM menyampaikan pendapatnya; ‘’Program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional ini sangat bagus, dan memberikan peluang pada kami untuk berkolaborasi menghasilkan desain baru dari dua negara, dan membantu masyarakat mempromosikan batik Citengah ke luar negeri.’’ Prof. Madya Dr. Hishamudin bin Isam berharap, program ini pun sebaiknya dilaksanakan di Malaysia dengan mengundang mahasiswa dari Unpad untuk berkolaborasi mengembangkan kebudayaan.***
Next News

Berikut Formasi PPPK Kemensos 2026, Ribuan Tenaga Guru Dibutuhkan untuk Sekolah Rakyat
13 days ago

Upper Secondary Lembang Darul Hikam Jadi Sekolah Unggul Garuda Transformasi 2026, Bantu Perkuat Kualitas Pendidikan
13 days ago

Bupati Jeje Sudah Lapor KDM, Pocong di Lembang Masih Berkeliaran
24 days ago

Jadwal SIM Keliling Bandung Barat dan Cimahi Mei 2026, Cek Lokasi dan Syarat Perpanjangannya
a month ago

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Sindangkerta Bandung Barat
a month ago

Pesta Rakyat Warnai Syukuran Juara Persib di Kediaman Umuh Muchtar
a month ago

Persib Menang Dramatis di Parepare, Asa Juara Kian Terbuka
a month ago

Soroti Integritas ASN, PMII Bandung Barat Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Pelanggaran Etik BKPSDM
a month ago

Detik-Detik Evakuasi Korban KRL Tabrakan KA Argo Bromo di Bekasi Timur
2 months ago

Cara Mendapatkan Uang dari Facebook Pro untuk Pemula 2026
2 months ago