News

Dinkes Jabar Siagakan Suntik Anti Tetanus untuk Relawan Evakuasi Longsor Pasirlangu KBB

Azis - Wednesday, 04 February 2026 | 05:36 AM

Background
Dinkes Jabar Siagakan Suntik Anti Tetanus untuk Relawan Evakuasi Longsor Pasirlangu KBB
Foto Dok: /Jabarprov

INFOKBB.ID - Upaya pengamanan kesehatan relawan terus dilakukan dalam proses penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyiagakan layanan suntik anti tetanus bagi para relawan yang terlibat langsung dalam evakuasi korban.

Seperti dilansir dari halaman resmi Jabarprov, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, R. Vini Adiani Dewi, menjelaskan bahwa langkah tersebut penting untuk mencegah risiko infeksi, terutama apabila relawan mengalami luka akibat benda tajam saat berada di lokasi bencana. Ia menegaskan ketersediaan vaksin anti tetanus dalam jumlah mencukupi.

“Stok anti tetanus kami siapkan cukup banyak. Relawan tidak perlu khawatir, karena layanan suntik ini siap diberikan sesuai kebutuhan,” ujar Vini, Rabu (28/1/2026).

Selain vaksinasi, Dinkes Jawa Barat juga mengerahkan tim medis ke lapangan serta menyiapkan fasilitas rujukan lanjutan untuk penanganan kondisi darurat. Sejumlah rumah sakit telah ditetapkan sebagai rujukan, di antaranya RSUD Welas Asih, RSUD Cibabat, RSUD Lembang, dan RS Dustira.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes Jabar turut berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat. Pendampingan kluster kesehatan dilakukan melalui pengaktifan HEOC (Health Emergency Operation Center) guna memastikan respons medis berjalan optimal.



Tak hanya itu, pemantauan dan evaluasi posko kesehatan terus dilakukan, disertai edukasi kesehatan kepada para pengungsi agar tetap menjaga kondisi tubuh selama masa tanggap darurat bencana.

Untuk mendukung proses identifikasi korban meninggal dunia, Dinkes Jawa Barat bersama Dinkes KBB juga menyiapkan perlengkapan Disaster Victim Identification (DVI), termasuk peti jenazah dan freezer khusus penyimpanan jenazah.

“Kami berharap seluruh langkah yang dilakukan ini dapat membantu memperlancar, mempercepat, dan mendukung proses penanggulangan bencana secara menyeluruh,” Ujar Vini.

Seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan penanganan bencana berjalan secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek evakuasi, tetapi juga perlindungan kesehatan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Dinkes Jawa Barat memastikan layanan kesehatan akan terus disiagakan selama masa tanggap darurat berlangsung dan siap menyesuaikan kebutuhan di lapangan sesuai dengan perkembangan situasi bencana. (*)