News

BNPB Pastikan Pengungsi Longsor Pasirlangu Segera Pindah dari Pengungsian

Azis - Wednesday, 28 January 2026 | 08:18 AM

Background
BNPB Pastikan Pengungsi Longsor Pasirlangu Segera Pindah dari Pengungsian
Foto dok: /Pemkab Bandung Barat

INFOKBB.ID - Upaya pemulihan pascabencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus dikebut. Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan langkah cepat agar warga terdampak tidak berlama-lama tinggal di lokasi pengungsian.

Berdasarkan laporan posko darurat, hingga Selasa (26/1/2026) pukul 19.30 WIB, tercatat sebanyak 564 orang dari 186 kepala keluarga masih mengungsi di Aula Desa Pasirlangu dan GOR setempat. Seluruhnya merupakan warga yang rumahnya terdampak longsor dengan tingkat kerusakan beragam.

Seperti dilkutip infokbb.id dari halaman resmi Pemkab Bandung Barat, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan kepastian tempat tinggal sementara bagi para pengungsi dalam waktu dekat. Ia menekankan, maksimal dalam satu hingga dua hari ke depan, warga sudah dapat menempati hunian sementara atau tinggal bersama kerabat dengan dukungan bantuan pemerintah.

“Kami berupaya agar masyarakat tidak terlalu lama berada di pengungsian. Dalam satu sampai dua hari ini akan ada kepastian tempat tinggal sementara,” kata Suharyanto saat meninjau langsung lokasi bencana, Rabu (28/1/2026).

BNPB juga menyiapkan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih menumpang di rumah keluarga. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga setiap bulan hingga pembangunan rumah permanen rampung. Sementara itu, bagi warga yang tidak memiliki tempat alternatif, pemerintah akan membangun hunian sementara (huntara) dengan anggaran sekitar Rp25–30 juta per unit.



Tak hanya itu, pemerintah turut merencanakan pembangunan hunian tetap melalui skema relokasi ke kawasan yang dinilai lebih aman. Setiap unit rumah permanen akan mendapatkan bantuan senilai Rp60 juta. Saat ini, sebanyak 48 rumah tercatat mengalami kerusakan berat dan harus dibangun ulang, dengan kemungkinan jumlah tersebut bertambah seiring pendataan lanjutan.

Langkah percepatan ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan warga terdampak longsor sekaligus memberikan kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan aman ke depan.

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah juga berkomitmen terus melakukan pendampingan, pendataan lanjutan, serta memastikan seluruh bantuan tersalurkan tepat sasaran agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal dan terbebas dari risiko bencana serupa di kemudian hari. (*)