News

Komisi II DPRD KBB Tinjau Potensi Wisata Stone Garden, Dorong Pengembangan Geopark Nasional

Azis - Wednesday, 04 February 2026 | 05:13 AM

Background
Komisi II DPRD KBB Tinjau Potensi Wisata Stone Garden, Dorong Pengembangan Geopark Nasional
Foto Dok: /DPRD Kabupaten Bandung Barat.

INFOKBB.ID - Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan kunjungan kerja ke kawasan wisata alam Stone Garden yang berada di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Senin (2/2/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat langsung potensi kawasan wisata sekaligus mengevaluasi dampaknya terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Dalam kunjungan itu, para anggota dewan meninjau kondisi lapangan serta berdialog dengan pengelola wisata. Stone Garden dinilai memiliki karakter geologi yang khas dan berpeluang besar dikembangkan sebagai destinasi unggulan Kabupaten Bandung Barat apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Seperti dilansir dari halaman resmi dprd.bandungbaratkab, Ketua Komisi II DPRD KBB, Amung Ma’mur, mengatakan bahwa pihaknya ingin memastikan sejauh mana potensi pariwisata di Bandung Barat dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan, status kepemilikan lahan bukan menjadi penghalang selama pengelolaannya mampu memberi dampak ekonomi positif.

“Yang ingin kami pastikan adalah potensi pariwisata di Bandung Barat seperti apa. Walaupun Stone Garden bukan tanah milik pemerintah daerah, namun jika dikelola dengan baik tentu akan menimbulkan efek domino bagi perekonomian masyarakat,” ujar Amung di sela-sela kunjungan.

Menurutnya, pengelolaan kawasan wisata yang tertata akan mendorong pertumbuhan usaha masyarakat, mulai dari sektor jasa, kuliner, hingga UMKM lokal. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pengelola, masyarakat, dan pemerintah daerah agar pengembangan kawasan dapat berjalan seimbang dengan upaya pelestarian lingkungan.



Selain membahas aspek ekonomi, Komisi II DPRD KBB juga mendorong agar kawasan Stone Garden diarahkan menjadi Geopark Nasional. Amung menyebut, penetapan tersebut membutuhkan dukungan regulasi dan pemenuhan sejumlah persyaratan yang harus dikawal bersama.

“Kami juga mendorong agar kawasan ini bisa segera ditetapkan sebagai Geopark Nasional. Regulasi apa saja yang harus dipenuhi, itu yang menjadi fokus kami agar prosesnya bisa berjalan lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Stone Garden, Sukmayadi, menyampaikan bahwa secara kajian, Stone Garden telah memenuhi unsur utama penetapan geopark. Ia menilai, kawasan tersebut memiliki kekuatan dari sisi geologi, budaya, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Penetapan geopark itu memiliki tiga unsur kajian utama. Aspek geologinya sudah ada, kultur budayanya siap, dan pemberdayaan masyarakat juga sudah berjalan. Secara masterplan pun sudah lengkap,” ujar Sukmayadi.

Ia berharap adanya dorongan dan dukungan konkret dari DPRD serta pemerintah daerah agar proses penetapan Stone Garden sebagai Geopark Nasional di Provinsi Jawa Barat dapat segera terealisasi. Menurutnya, status geopark akan memberikan nilai tambah bagi pengembangan pariwisata sekaligus menjaga kelestarian kawasan dalam jangka panjang.



Dengan adanya kunjungan kerja tersebut, diharapkan pengembangan Stone Garden tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga mampu menjadi kawasan edukasi dan konservasi yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat. (*)