News

Mendorong Daya Saing Nasional melalui Transformasi Digital dan Agility Organisasi

Admin KBB - Tuesday, 11 November 2025 | 01:05 PM

Background
Mendorong Daya Saing Nasional melalui Transformasi Digital dan Agility Organisasi

Transformasi Digital Jadi Katalis Daya Saing dan Kinerja Perusahaan di Indonesia

INFOKBB.ID – Transformasi digital kini menjadi elemen kunci dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis di era disrupsi. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, banyak perusahaan yang gagal beradaptasi menghadapi risiko kehilangan relevansi dan potensi kehilangan pasar.

Fenomena ini tampak nyata di sektor ritel Indonesia. Sejumlah pusat perbelanjaan mulai mengalami penurunan keuntungan seiring pergeseran perilaku konsumen ke arah belanja daring. Dilansir dari Kompas.com, GS Supermarket (jaringan swalayan asal Korea) mengumumkan penutupan seluruh gerainya di Indonesia per akhir Mei 2025. Sementara itu, LuLu Hypermarket, jaringan ritel asal Timur Tengah, bahkan telah lebih dulu menghentikan seluruh operasinya di Tanah Air. Kondisi ini mempertegas pentingnya adopsi teknologi digital sebagai kebutuhan mendasar bagi keberlanjutan bisnis.

Menanggapi tantangan tersebut, Sonny Sintong Panutur, praktisi telekomunikasi, melalui penelitian doktoralnya di bidang Manajemen dan Kewirausahaan, meneliti faktor-faktor yang memengaruhi transformasi digital serta dampaknya terhadap kinerja perusahaan di sektor ritel, TIK, dan keuangan di Indonesia.

Dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor yang digelar di Universitas Prasetiya Mulya, Kampus Cilandak, pada Senin, 20 Oktober 2025, Sonny mempertahankan disertasi berjudul “Peran Agility Organisasi dan Partisipasi Konsumen dalam Transformasi Digital terhadap Kinerja Perusahaan.”

Penelitian ini menggunakan metode campuran sekuensial (kuantitatif–kualitatif) dengan pengumpulan data dari 207 responden perusahaan melalui survei daring, yang kemudian dianalisis menggunakan metode PLS-SEM (Partial Least Squares Structural Equation Modeling) melalui aplikasi Smart PLS.



Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi, sumber daya manusia, dan lingkungan bisnis merupakan faktor signifikan yang menentukan keberhasilan transformasi digital. Faktor-faktor tersebut terbukti meningkatkan efisiensi operasional, inovasi, dan pertumbuhan laba perusahaan.

“Transformasi digital bukan hanya soal adopsi teknologi terkini, tetapi tentang bagaimana organisasi mengubah cara berpikir, berstrategi, dan berinovasi. Agility organisasi menjadi jantung dari kemampuan perusahaan untuk bertahan dan tumbuh di tengah ketidakpastian,” ujar Sonny Sintong Panutur, peneliti sekaligus promovendus Universitas Prasetiya Mulya.

Agility organisasi yang terbentuk melalui transformasi digital berperan sebagai mediator parsial yang memperkuat efek positif transformasi digital terhadap kinerja perusahaan. Sementara itu, partisipasi konsumen juga berperan penting dalam memperkuat pengaruh transformasi digital terhadap kinerja inovasi.

Dr. Agus Salim, CFA, Wakil Dekan I SBE sekaligus Ketua Sidang Terbuka, menyampaikan apresiasinya terhadap penelitian tersebut.

“Riset yang dilakukan oleh Sonny Sintong memberikan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu kewirausahaan dan manajemen, baik di dunia akademik maupun praktis. Dengan latar belakang profesional promovendus di bidang teknologi, penelitian ini memperkaya pemahaman mengenai kesiapan teknologi, kemampuan manusia, dan kebijakan publik sebagai pendorong utama adaptasi digital,” ujarnya.

Sementara itu, Indrawan Ditapradana, Direktur Human Capital Management Telkomsel yang turut hadir dalam sidang terbuka, menilai hasil penelitian tersebut relevan dengan kondisi pasar domestik.

Indrawan Ditapradana, Direktur Human Capital Management Telkomsel yang turut hadir dalam sidang terbuka, menilai hasil penelitian tersebut relevan dengan kondisi pasar domestik.



“Banyak perusahaan sudah berinvestasi besar dalam teknologi, namun belum menyentuh aspek agility dan partisipasi konsumen. Padahal keduanya sangat menentukan efektivitas transformasi digital dalam mendorong pertumbuhan kinerja,” ungkapnya.

Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kolaborasi antara organisasi yang lincah dan konsumen yang aktif terlibat.

Melalui penelitian ini, Universitas Prasetiya Mulya memperkuat komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik manajemen bisnis di Indonesia, serta menghasilkan riset yang relevan dengan tantangan industri masa kini.

Tentang Universitas Prasetiya Mulya

Universitas Prasetiya Mulya merupakan institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan kewirausahaan, manajemen, dan inovasi. Sebagai pionir pendidikan bisnis di Indonesia, universitas ini berkomitmen mencetak pemimpin masa depan yang berdaya saing global dan beretika, serta terus memperkuat kontribusi akademik terhadap dunia industri dan masyarakat.