News

Sekolah di Desa Pasirlangu KBB Dijadikan Posko Longsor, Ratusan Siswa Belajar Daring

Azis - Tuesday, 27 January 2026 | 06:00 AM

Background
Sekolah di Desa Pasirlangu KBB Dijadikan Posko Longsor, Ratusan Siswa Belajar Daring
Foto Dok: Pemkab Bandung Barat

INFOKBB.ID - Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB) menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar tatap muka di tiga sekolah dasar di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, setelah terjadi bencana longsor pada Sabtu (24/1/2026).

Sekolah yang terdampak kebijakan tersebut yakni SD Negeri 1 Pasirlangu, SD Negeri Karyabakti, dan SD Negeri Cinta Bakti. Penghentian pembelajaran luring mulai diberlakukan sejak Senin (26/1/2026) karena bangunan sekolah digunakan sebagai dapur umum dan fasilitas pendukung penanganan bencana.

Seperti dikutip infokbb.id dari halaman resmi Pemkab Bandung Bandung Barat, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan KBB, Asep Dendih, mengatakan pemanfaatan sekolah sebagai pusat aktivitas kemanusiaan dinilai paling memungkinkan mengingat lokasinya dekat dengan titik longsor.

“Sekolah-sekolah tersebut kami gunakan untuk mendukung penanganan darurat. Sementara itu, proses belajar mengajar dialihkan ke sistem daring agar kegiatan kemanusiaan bisa berjalan optimal,” ujar Asep di lokasi bencana.

Ia menjelaskan, jumlah siswa yang terdampak cukup banyak. SDN Pasirlangu 1 memiliki 190 siswa dari enam rombongan belajar, SDN Karyabakti sebanyak 140 siswa dengan enam rombel, dan SDN Cinta Bakti 80 siswa dari enam rombel. Seluruh siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh dengan pendampingan guru.



Menurut Asep, penerapan pembelajaran daring bukan hal baru. Pengalaman selama pandemi Covid-19 menjadi dasar agar proses pendidikan tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.

“Prinsipnya, hak anak untuk belajar tetap harus terpenuhi,” katanya.

Bencana longsor di Desa Pasirlangu mengakibatkan sedikitnya 30 rumah tertimbun material tanah. Sebanyak 34 kepala keluarga atau 113 jiwa terdampak langsung. Dua korban meninggal dunia diketahui merupakan siswa SDN Karyabakti.

Asep menambahkan, durasi pembelajaran daring masih menunggu hasil koordinasi lanjutan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB. Sekolah akan kembali dibuka setelah kondisi dinyatakan aman.

“Keselamatan warga dan kelancaran penanganan bencana menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (*)