Wakil Bupati Asep Ismail: KBB Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal Senilai Rp3,1 Miliar
Azis - Thursday, 04 December 2025 | 03:30 AM


INFOKBB.ID - Ribuan batang rokok tanpa pita cukai kembali diamankan dan dimusnahkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat pada Kamis (4/12/2025). Total 2.120.214 batang rokok selundupan bernilai lebih dari Rp3,15 miliar itu merupakan hasil rangkaian operasi penindakan sepanjang 2025 di berbagai titik wilayah KBB.
Prosesi pemusnahan dipusatkan di Pelataran Masjid Ash Siddiq, Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat. Agenda tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan DBHCHT pada sektor penegakan aturan. Dalam pelaksanaannya, Satpol PP KBB, Bea Cukai Bandung, hingga aparat penegak hukum lain turut bergabung untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur.
Dilansir dari halaman resmi pemkab Bandung Barat, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, mengungkapkan bahwa kerugian negara akibat tidak dibayarkannya pungutan cukai dari barang ilegal itu mencapai lebih dari Rp1,58 miliar.
“Kami memusnahkan 2.120.214 batang rokok ilegal dengan nilai barang mencapai Rp3.154.274.590, sementara cukai yang tidak disetorkan mencapai Rp1.585.755.484,” kata Asep.
Usai kegiatan seremoni, jutaan batang rokok tersebut langsung dikirim ke fasilitas pengolahan limbah di Bogor. Seluruh barang dihancurkan menggunakan mesin penghancur (shredder) dan dilanjutkan dengan pembakaran melalui proses insinerasi termal, memastikan produk tak dapat disalahgunakan kembali.
Asep menyebutkan bahwa keberadaan rokok ilegal sangat merusak pasar tembakau resmi dan menimbulkan kerugian besar bagi negara. Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Satpol PP, Bea Cukai, dan lembaga lain yang terus bekerja menekan peredarannya di KBB.
Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat, Finari Manan, menambahkan bahwa tingkat peredaran rokok tanpa cukai di Jawa Barat masih tinggi. Harga miring yang ditawarkan membuat sejumlah masyarakat tertarik membeli produk ilegal tersebut.
Finari menjelaskan bahwa Jawa Barat bukan hanya menjadi jalur perlintasan, tetapi juga pasar utama bagi rokok selundupan. Sebagian besar barang yang beredar diketahui berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Wilayah ini menjadi rute distribusi dan area pemasaran. Kebanyakan rokok ilegal datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, sementara di Jawa Barat sendiri kami belum menemukan tempat produksinya,” ungkapnya.
Ia menuturkan bahwa pelaku kerap memanfaatkan berbagai cara distribusi, mulai dari kendaraan pribadi, truk, hingga jasa pengiriman dan marketplace. Dalam tiga tahun terakhir, produk tersebut semakin mudah ditemui di warung-warung kecil.
Finari menegaskan pentingnya penindakan menyeluruh dari jalur produksi hingga distribusi. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak membeli maupun menjual rokok ilegal.
“Kami mengingatkan warga agar tidak ikut memperluas pangsa pasar rokok ilegal. Dampaknya sangat merugikan negara dan mengacaukan iklim usaha yang sehat,” tegas Finari. (*)
Next News

Dinkes Jabar Siagakan Suntik Anti Tetanus untuk Relawan Evakuasi Longsor Pasirlangu KBB
a day ago

Komisi II DPRD KBB Tinjau Potensi Wisata Stone Garden, Dorong Pengembangan Geopark Nasional
a day ago

Harga Kebutuhan Pokok di Bandung Jelang Ramadan 1447 H Tetap Stabil, Pemkot Siapkan Bazar Murah
2 days ago

Raffi Ahmad Tinjau Lokasi Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Sampaikan Pesan Presiden Prabowo
2 days ago

BNPB Pastikan Pengungsi Longsor Pasirlangu Segera Pindah dari Pengungsian
8 days ago

Layvin Kurzawa Mulai Latihan Bersama Persib, Dipastikan Absen Lawan Persis Solo
8 days ago

Syahnaz Sadiqah Tinjau Korban Longsor Pasirlangu KBB, Fokus Trauma Healing Anak
9 days ago

Ustaz Abdul Somad Ajak Warga Bandung Makmurkan Masjid Raya Alun-alun
9 days ago

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Tajam, Galeri24 dan UBS Kompak Melonjak
9 days ago

Pencarian Korban Longsor di Pasirlangu Cisarua Terus Dikebut, Pemprov Jabar Siapkan Relokasi
9 days ago

