News

Viral Donasi Rp10 Miliar, Ferry Irwandi Tuai Sorotan dan Dugaan Sindiran DPR

Azis - Tuesday, 09 December 2025 | 04:56 AM

Background
Viral Donasi Rp10 Miliar, Ferry Irwandi Tuai Sorotan dan Dugaan Sindiran DPR
Ferry Irwandi (Instagram/@irwandiferry)

INFOKBB.ID - Kisruh dugaan sindiran terhadap aksi kemanusiaan Ferry Irwandi semakin mencuat setelah rapat kerja Komisi I DPR RI dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Senin (8/12/2025). Dalam forum itu, Anggota DPR RI Endipat Wijaya menyinggung perlunya penyebaran informasi pemerintah yang dianggap kalah sorotan dari para relawan. Ia menyebut ada pihak yang hanya muncul sesekali di Aceh namun terkesan paling berjibaku, padahal negara sudah menyiapkan ratusan posko sejak awal.

Endipat bahkan menegaskan bahwa anggaran negara dalam penanganan bencana jauh lebih kolosal ketimbang donasi pribadi. Ia mengatakan, “Ada yang nyumbang sepuluh miliar, tapi negara sudah menggelontorkan dana triliunan ke Aceh.” Ucapan itu memancing keras dugaan publik bahwa sindiran tersebut diarahkan kepada Ferry meski namanya tidak dinyatakan secara gamblang.

Di sisi lain, respons warganet yang membanjiri media sosial membuat suasana semakin panas. Banyak yang meminta Ferry untuk bersuara lebih lantang atau bahkan menegur pihak yang diduga menyindirnya. Salah satu komentar menyebut, “Bang coba temuin anggota DPR yang nyidir itu,” seolah mendesaknya mengambil sikap keras.

Namun Ferry justru memilih jalan tenang. Ia menjawab pendek namun jelas, “Gpp dia bener kok, santai aja,” menandakan ia enggan ikut memperbesar keributan yang sedang bergulir. Sikap kalemnya ini kemudian menuai pujian karena dianggap lebih mengutamakan nilai kemanusiaan ketimbang memperpanjang polemik.

Sebelumnya, publik telah memuji langkah cepat Ferry Irwandi dalam menghimpun bantuan untuk korban banjir di Sumatra. Dalam waktu singkat, ia berhasil menggalang dana hingga Rp10,3 miliar dari sekitar 87 ribu donatur. Aksi masif tersebut lantas menjadi perbincangan luas dan dianggap bukti bahwa solidaritas masyarakat dapat bergerak tanpa harus menunggu instruksi pihak mana pun.



Meski begitu, viralnya kegiatan tersebut justru memicu riak-riak komentar miring. Sebagian warganet mempertanyakan apakah aksi Ferry telah memicu kecanggungan bagi sejumlah pejabat. Bahkan muncul pesan yang menyinggung, “Tanggapan bung soal statmen 10 M berasa paling kerja?” yang akhirnya dijawab Ferry dengan bijak.

Dalam unggahan di Instagram Story, Ferry memberikan tanggapan panjang atas percakapan yang berkembang. Ia mengatakan bahwa nominal Rp10 miliar bukanlah sesuatu yang patut dibesar-besarkan dan justru membuatnya merasa belum berbuat banyak. “Gue malah ngerasa kurang, beneran. I wish I can do more. Maaf ya teman-teman,” tulisnya, menunjukkan kerendahan hati.

Ia menegaskan bahwa niatnya membantu jauh melampaui angka dana yang berhasil dikumpulkan. Baginya, para korban bencana membutuhkan dukungan nyata, bukan sekadar sorotan atau pujian.

Sebagai mantan ASN di Kementerian Keuangan, Ferry juga menanggapi pernyataan Endipat mengenai dana besar pemerintah yang dikucurkan. Alih-alih ikut berpolemik, ia justru menyambutnya sebagai langkah positif pemerintah dalam mempercepat pemulihan di Aceh dan wilayah lain yang terdampak parah.

“Syukurlah, karena Aceh memang butuh percepatan,” ujarnya. Kalimat itu sekaligus menjadi penegasan bahwa Ferry tidak ingin memposisikan dirinya sebagai pihak yang paling berjasa, meski donasinya menarik perhatian nasional.



Sementara itu, pernyataan Endipat yang diutarakan dalam rapat Komisi I sempat menuai reaksi publik. Ia meminta Kementerian Komdigi untuk memperluas penyebaran informasi agar publik mengetahui kerja pemerintah yang dianggap sudah berjalan massif. Pernyataannya mengenai relawan yang terkesan “paling-paling” di Aceh membuat banyak orang menduga bahwa komentar itu diarahkan kepada sosok tertentu yang tengah viral membantu korban banjir.

Endipat menambahkan bahwa ada individu yang datang hanya sekali lalu berbicara seolah pemerintah tidak hadir, padahal negara telah turun tangan sejak fase awal bencana. Melalui YouTube Komisi I, ia berkata pemerintah perlu lebih menonjolkan perannya agar tidak kalah dari narasi relawan yang lebih cepat viral.

Keseluruhan peristiwa ini akhirnya memunculkan diskusi yang cukup melebar, baik terkait cara pemerintah menyampaikan informasi maupun peran relawan dalam bencana. Namun dari seluruh dinamika tersebut, sikap Ferry yang tetap rendah hati dan tidak emosional menjadi sorotan positif publik. (*)