News

Pemprov Jabar Serahkan Bantuan Rp317 Juta untuk Korban Longsor di Cisarua KBB

Admin KBB - Saturday, 24 January 2026 | 09:05 AM

Background
Pemprov Jabar Serahkan Bantuan Rp317 Juta untuk Korban Longsor di Cisarua KBB
Bantuan logistik diserahkan Dinsos Jabar kepada korban longsor di Cisarua, Sabtu, 24/01/2026. (Pemprov Jabar/)

INFOKBB - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan logistik kebencanaan bagi warga yang terdampak tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Penyaluran ini merupakan bentuk respon cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi di lokasi bencana.

Hingga Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, total bantuan yang dialokasikan oleh Dinsos Jabar mencapai Rp317.373.400. Adapun rincian bantuan tersebut meliputi:

Logistik Utama (Rp295.499.850): Terdiri dari bantuan permakanan, sandang, kebutuhan keluarga, serta logistik evakuasi.

Bantuan Khusus (Rp21.873.550): Dialokasikan untuk logistik kelompok rentan serta pelaksanaan kegiatan Layanan Dukungan Psikososial (LDP).

Dampak Bencana di Kaki Gunung Burangrang



Bencana tanah longsor ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan kaki Gunung Burangrang pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Berikut adalah data sementara dampak kerusakan dan korban:

Longsor diperkirakan menimbun area seluas kurang lebih 30 hektare. Sebanyak 34 rumah warga dilaporkan terdampak oleh material longsor.

Korban Jiwa Tercatat 6 orang meninggal dunia. Sebanyak 84 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan yang dikoordinasikan oleh Basarnas.

Saat ini, titik pengungsian utama dipusatkan di Kantor Desa Pasirlangu dengan jumlah warga terdampak mencapai 279 jiwa dari 84 kepala keluarga.

Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat terus melakukan koordinasi intensif dengan BPBD Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial KBB, aparat setempat, dan relawan Tagana untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran. Pemerintah berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap fase penanganan, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan sosial masyarakat.