Mengenang Abdullah Syarwani
Admin KBB - Tuesday, 03 November 2026 | 08:54 AM


Mengenang Abdullah Syarwani
Penulis: Prof. Didik J. Rachbini, Ekonom INDEF Dan Rektor Universitas Paramadina
Hari Senin tanggal 2 November 2026 persis saat ulang tahunnya ke 83,sahabat senior saya di LP3ES Abdullah Syarwani, mantan anggota DPR dari fraksi PPP dan mantan dubes Lebanon meninggal dunia. Abdullah Sjarwani tidak terlalu dikenal seperti Muhaimin atau Hamzah Haz, tetapi perjalannya dari dunia pesantren Tebuireng yang trasidional masuk ke pendidikan tinggi modern Universitas Gadjah Mada, kemudian nyemplung lingkungan dan gerakan intelektual LP3ES adalah perjalanan yang sangat menarik sebagai refleksi gerak vertikal kaum santri. Abdullah Syarwani bersahabat dengan Jimly Asshiddiqie sebagai peneliti dan dikenal sangat dekat dan bersahabat dengan tokoh besar mantan Wakil Presiden Hamzah Haz dan mantan Presiden Abdurrahman Wahid.
Pergulatannya di Jakarta kemudian memasuki gerakan masyarakat sipil, sampai di babak akhir karirnya harus memasuki dunia politik, menjadi anggota DPR dan diplomat.
Tulisan mengenang Sjarwani ini bukan sekadar sebagai tokoh dengan perjalanan karier yang panjang, melainkan sebagai representasi penting dari transformasi kaum santri Indonesia: dari pesantren tradisional menuju intelektual modern, aktivis masyarakat sipil, dan pelaku politik negara.
Menurut Fachry Ali sahabatnya di LP3ES, Karirnya sangat bersifat spesifik dan bahkan 'eksotik'. Dari kaum santri masuk UGM pada. Akhir 1960-an merupakan generasi paling awal mencapai kesarjanaan dalam ilmu 'sekular'. Menurut Cak Nur kaum santri pada saat itu masih jauh dari hirarkhi kesarjanaan. Tetapi pencapaian pendidikan Syarwani sampai menjadi sarjana hukum di Universitas Gajah Mada menjadi pelopor santri masuk universitas. Pencapaian itu jauh lebih awal sebelum generasi NU seperti Muhaimin Iskandar dan kawan-kawannya. Jadi, dari perspektif modernisasi kaum santri Abdullah Sjarwani adalah generasi santri pertama yang terdorong ke dalam proses modernisasi yang digerakkan Orde Baru (1967-98).
Dengan keberhasilan menyelesaikan pendidikan “sekuler”, maka Abdullah Syarwani kemudian masuk ke LP3ES, lembaga gerakan intelektual sipil dari sarjana kalangan abangan. Abdullah Syarwani kemudian menjadi Kepala Program Pengembangan Pesantren LP3ES. Kegiatannya, secara terus menerus masuk ke dalam gerakan civil society mitra pemerintah di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) setelah selesai tugasnya di LP3ES. Sementara itu, kaum santri terdidik mulai banyak masuk LP3ES, seperti Fachry Ali, Ison Basyuni, dan lain-lain. Maka jadilah LP3ES lembaga dengan kebhinnekaan yang menarik karena bercampur kalangan santri dan kalangan sekuler.
Lalu LP3ES sendiri mengarahkan programnya ke pesantren untuk menjadikan modernisasi bagi kalangan santri. Akhirnya pesntren sendiri menjadi lembaga yang aktif sebagai bagian paling aktif dari gerakan civil society. Banyaknya kaum santri yang masuk ke dalam pendidikan modern adalah bagian dari perjalanan, yang sudah dilewati oleh seorang yang bernama Abdullah Syarwani.
Perjalanan hidup dan pergerakan Abdullah Syarwani tidak menggelagar seperti tokoh-tokoh santri pada saat ini. Tetapi perjalanan hidupnya tidak hanya merupakan biografi pribadi, tetapi juga menjadi cermin perubahan besar dalam sejarah masyarakat Indonesia. Abdullah Sjarwani adalah salah seorang di antaranya, yang lahir dari kalangan santri masuk ke dalam pendidikan modern dan masuk ke dalam gerakan intelektual dan civil society. Perjalanan di akhir karirnya tidak lain adalah politik sebagai salah satu pimpinan PPP, menjadi anggota DPR dan duta besar di Lebanon.
Gerak dan mobilitas vertikal kaum santri dengan beda usia 20-30 tahun dari Abdullah Syarwani sudah sangat masih da tidak terbendung. Mereka masuk ke dalam dunia pendidikan, bidang politik, sosial dan banyak lagi. Yang menarik dari perjalanan hidupnya adalah refleksi yang mempertemukan dua dunia yang sering dianggap terpisah: tradisi keagamaan dan pendidikan modern, dunia pesantren dan dunia universitas, serta nilai-nilai keislaman dan gagasan modern pembangunan.
Next News

Prihatin dengan Kondisi Jalan Rusak, Warga Cilame - Cipongkor KBB Gotong Royong Perbaiki Jalan Secara Swadaya
16 days ago

Dari Congklak sampai Gasing Bambu, Keseruan Masa Kecil Kembali di Paskal Bandung
2 months ago

Soroti Kawasan Citatah, Warga Ungkap Perbedaan Pemandangan Sawah dan Area Tambang
3 months ago

Angka Stunting di Batujajar KBB Masih Tinggi, Camat Ingatkan Tak Beri Susu Kental Manis ke Anak
3 months ago

Berikut Formasi PPPK Kemensos 2026, Ribuan Tenaga Guru Dibutuhkan untuk Sekolah Rakyat
5 months ago

Upper Secondary Lembang Darul Hikam Jadi Sekolah Unggul Garuda Transformasi 2026, Bantu Perkuat Kualitas Pendidikan
5 months ago

Bupati Jeje Sudah Lapor KDM, Pocong di Lembang Masih Berkeliaran
5 months ago

Jadwal SIM Keliling Bandung Barat dan Cimahi Mei 2026, Cek Lokasi dan Syarat Perpanjangannya
5 months ago

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Sindangkerta Bandung Barat
5 months ago

Pesta Rakyat Warnai Syukuran Juara Persib di Kediaman Umuh Muchtar
5 months ago