News

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Sindangkerta Bandung Barat

Azis - Tuesday, 26 May 2026 | 11:21 AM

Background
Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Sindangkerta Bandung Barat
Foto dok: Pemkab Bandung Barat

INFOKBB - Menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah daerah di 24 kabupaten/kota mengadakan program Gerakan Pangan Terjangkau secara serempak pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan pasokan pangan tetap tersedia bagi masyarakat.

Untuk wilayah Kabupaten Bandung Barat, kegiatan dipusatkan di area Desa Pasirpogor, Kecamatan Sindangkerta. Acara tersebut diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail. Hadir pula Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KBB, Lukmanul Hakim, serta Camat Sindangkerta, Agus Achmad Setiawan.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi guna membeli berbagai kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih ringan dibandingkan harga di pasaran. Sejumlah komoditas yang dijual di antaranya beras premium, beras SPHP, gula pasir, minyak goreng Minyak Kita, tepung terigu, telur ayam, daging sapi, hingga daging ayam.

Tak hanya itu, aneka hasil pertanian seperti cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih juga tersedia dalam program tersebut. Produk makanan olahan seperti bakso serta sosis turut dijual untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya kurban.

Seperti di lansir dari halaman resmi Pemkab Bandung Barat, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya dalam menghadapi kenaikan harga bahan pangan saat momentum hari besar keagamaan.



“Pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Menjelang Iduladha biasanya permintaan meningkat dan berdampak pada harga pasar,” katanya.

Menurutnya, program pangan murah juga menjadi langkah pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi agar lonjakan harga bahan pokok tidak terlalu memberatkan warga, terutama masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin demi menjaga kestabilan harga pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah perubahan harga kebutuhan pokok yang sering terjadi.

Program tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah daerah, distributor bahan pangan, hingga pelaku usaha yang ikut membantu kelancaran distribusi kebutuhan pokok kepada masyarakat.

Sejumlah warga mengaku merasa terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Selain harga yang lebih hemat, program ini dinilai sangat membantu kebutuhan rumah tangga menjelang Iduladha ketika pengeluaran masyarakat cenderung meningkat.(*)