News

Angka Stunting di Batujajar KBB Masih Tinggi, Camat Ingatkan Tak Beri Susu Kental Manis ke Anak

Azis - Wednesday, 22 July 2026 | 04:10 AM

Background
Angka Stunting di Batujajar KBB Masih Tinggi, Camat Ingatkan Tak Beri Susu Kental Manis ke Anak
Foto dok: infokbb.id/(Ikbal).

INFOKBB - Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) Jakarta bekerja sama dengan PP Muslimat NU Kabupaten Bandung Barat menggelar edukasi pencegahan stunting di Balai Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Senin (20/7/2026).

Camat Batujajar, Andi M. Hikmat mengatakan angka tengkes atau stunting di wilayahnya masih tergolong tinggi.

“Penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, melainkan butuh kolaborasi dari masyarakat hingga organisasi. Program edukasi seperti ini sangat bagus untuk menekan angka stunting di Kecamatan Batujajar,” ujar Andi.

Ia mengingatkan warga untuk tidak memberikan susu kental manis pada anak untuk menghindari gizi buruk.



“Gizi buruk, khususnya pada stunting ini, mari kita sama-sama membuat kesepahaman bahwa memberikan susu kepada anak-anak kita itu tidak menggunakan susu kental manis, tetapi menggunakan susu yang sudah lebih baik,” kata Andi.

Susu Kental Manis Bukan untuk Pertumbuhan Anak

Pemberian kental manis sebagai minuman harian anak masih menjadi ancaman tersembunyi. Banyak orang tua terutama dengan literasi gizi terbatas terkecoh oleh kata "susu" pada kemasan dan menganggapnya sebagai alternatif susu pertumbuhan yang murah.

Padahal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta dokter spesialis anak menegaskan bahwa kental manis hanyalah topping pelengkap sajian, bukan sumber gizi utama anak.

"Susu kental manis itu proteinnya sangat rendah, tetapi gulanya sangat tinggi. Komposisi utamanya adalah gula, bukan nutrisi penunjang pertumbuhan anak," kata dokter spesialis anak, dr. Agnes Tri Harjaningrum, Sp.A.



Berdasarkan data nilai gizi, sebagian besar kandungan dalam kental manis didominasi oleh karbohidrat sederhana atau gula (sukrosa) yang mencapai lebih dari 50 persen dari total keseluruhan produk. Sebaliknya, kadar protein dan kalsium yang esensial untuk pembentukan otot dan tulang anak justru sangat minim.



Kenapa Susu Kental Manis Menyebabkan Stunting?

Banyak orang tua keliru mengira bahwa anak yang gemar minum kental manis akan tumbuh subur. Faktanya, kebiasaan ini justru menjerumuskan anak ke dalam ancaman stunting melalui mekanisme berikut:

 - Membuat Anak Cepat Kenyang Palsu



Kandungan gula yang sangat pekat membuat anak merasa kenyang lebih cepat. Akibatnya, anak kehilangan nafsu makan dan menolak makanan utama yang kaya nutrisi (seperti daging, ikan, telur, dan sayur).

- Defisiensi Nutrisi Utama 

Dikarenakan anak enggan makan makanan bergizi seimbang dan hanya mengandalkan kalori kosong dari gula, tubuh kekurangan asupan protein hewani dan zat besi. Kekurangan protein kronis ini yang menjadi akar utama kegagalan tumbuh kembang (stunting).

- Risiko Obesitas dan Gangguan Metabolik

Alih-alih mendapatkan tubuh yang sehat, tingginya asupan gula harian memicu lonjakan berat badan berlebih yang tidak sehat (obesitas), resistensi insulin, hingga risiko diabetes tipe 2 di usia dini.



- Kecanduan Rasa Manis

Anak yang sejak dini terbiasa dengan rasa manis pekat dari kental manis akan cenderung menolak makanan dengan rasa alami, sehingga pola makannya menjadi sangat buruk hingga dewasa. 

Apa yang Dilakukan Orang Tua?

Mengingat dampaknya yang berbahaya, tenaga kesehatan dan lembaga perlindungan anak terus mengimbau agar masyarakat mengubah pola pikir dalam memberikan asupan bagi anak:

1. Berikan ASI Eksklusif: Pada usia 0–6 bulan, bayi hanya membutuhkan Air Susu Ibu (ASI) tanpa tambahan makanan atau minuman apa pun.



2. Terapkan MPASI yang Kaya Protein Hewani: Memasuki usia 6 bulan ke atas, berikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang padat gizi, terutama protein hewani seperti ikan, ayam, dan telur, yang terbukti efektif mencegah stunting.

3. Hentikan Penggunaan Kental Manis untuk Minuman Anak: Jika ingin memberikan susu, pilihlah susu pertumbuhan yang sesuai dengan usia anak atau susu UHT murni tanpa tambahan pemanis buatan yang berlebihan.

Edukasi dan peningkatan kesadaran orang tua menjadi kunci utama. Sudah saatnya menghentikan anggapan keliru bahwa susu kental manis adalah susu penunjang anak, demi masa depan generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.***