Dari Congklak sampai Gasing Bambu, Keseruan Masa Kecil Kembali di Paskal Bandung
Azis - Tuesday, 25 August 2026 | 03:30 AM


INFOKBB - Libur Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dimanfaatkan sejumlah keluarga di Bandung untuk mencari pengalaman yang tidak biasa. Alih-alih hanya menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan, anak-anak diajak kembali mengenal permainan tradisional yang dahulu lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Pengalaman tersebut hadir melalui Festival Bermain Anak 2026 yang berlangsung di Atrium Hejo, 23 Paskal Shopping Center Bandung, pada 17–23 Agustus 2026. Berkolaborasi dengan PlayPlus Indonesia, 23 Paskal Shopping Center mengangkat tema “Nusantara: Menghidupkan Tradisi, Membangun Masa Depan”.
Festival ini menjadi ruang yang mempertemukan anak-anak dan keluarga dengan komunitas, seni, budaya, serta kreativitas. Berbagai permainan tradisional yang mulai jarang ditemui dalam keseharian anak kembali dihadirkan, mulai dari congklak, bekel, gasing bambu, cingciripit, hingga cato riumeuneng.
Bagi penyelenggara, permainan tradisional memiliki makna lebih dari sekadar aktivitas rekreasi. Anak dapat belajar mengenai kerja sama, sportivitas, komunikasi, kreativitas, serta arti menikmati kebersamaan melalui permainan tersebut.
Ketika Permainan Tradisional Bertemu Generasi Digital
Perubahan teknologi turut menggeser kebiasaan anak dalam bermain. Festival Bermain Anak 2026 berupaya menghadirkan kembali permainan yang dilakukan secara langsung dan melibatkan banyak orang.
Anak-anak pun ditempatkan sebagai peserta aktif, bukan sekadar penonton. Mereka dapat mengikuti berbagai kegiatan yang mendorong interaksi, kreativitas, sekaligus keberanian untuk berpartisipasi.
Selain permainan tradisional, agenda festival diisi dengan beragam perlombaan dan kegiatan, seperti lomba Agustusan, Amazing Race, lomba mewarnai, peragaan busana, flashmob, hingga workshop membuat serta menghias layang-layang.
Nuansa budaya Jawa Barat juga menjadi bagian dari perhelatan tersebut melalui pertunjukan Tari Jaipong dan Drama Musikal Barudak Nusantara. Perpaduan kegiatan itu membuat festival hadir sebagai perayaan budaya yang tetap dikemas dengan pendekatan yang menyenangkan bagi anak-anak.

Debut Festival Bermain Anak di Bandung
Bagi PlayPlus Indonesia, penyelenggaraan tahun ini memiliki arti khusus karena Festival Bermain Anak untuk pertama kalinya digelar di Bandung.
Menggunakan tagline “Yuk Main Lagi”, festival tersebut telah diselenggarakan secara rutin sejak 2017. Sebelum hadir di Bandung, kegiatan ini lebih banyak digelar di Jakarta. Kerja sama dengan 23 Paskal Shopping Center dan Paradise Indonesia kemudian membuka kesempatan bagi festival untuk menyapa masyarakat Bandung.
Kegiatan ini turut melibatkan lebih dari 35 komunitas dan 25 kelompok seni pertunjukan tradisional. Beberapa di antaranya adalah Forum Penulis Bacaan Anak, Kampung Dongeng Kota Bandung, Read Aloud Academia, Sanggar Purbaning Laras, Aksara Rembaka, serta Rangkai Jawa Barat.
Festival juga menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan penulis, pegiat literasi, komunitas, kepemudaan, dan kerelawanan. Mereka antara lain penulis buku anak dan pegiat literasi Tethy Ezokanzo, pegiat komunitas Reissa Usadinata, pemimpin komunitas dan pemuda Narasi Jawa Barat Din Muhammad Kausar, serta pegiat kerelawanan Ardelia Clarissa Rahmat.
Dukungan juga datang dari kreator konten dan figur publik, termasuk Endah Parawansa dan Salma Salsabila. Kehadiran mereka turut mendorong anak muda untuk lebih dekat dengan kegiatan bermain, berkarya, sekaligus mempelajari budaya.
Menjadikan Pusat Perbelanjaan sebagai Ruang Bersama
Campaign, Experience, & CRM Manager 23 Paskal Shopping Center, Indra Pratama Wicaksono, menilai permainan tradisional mempunyai nilai penting untuk kembali diperkenalkan kepada generasi muda.
Menurutnya, permainan tradisional tidak hanya menghadirkan aktivitas bermain, tetapi juga menyimpan cerita, interaksi, dan nilai yang diteruskan antargenerasi.
Melalui festival ini, anak-anak diharapkan dapat mengenal kekayaan budaya Indonesia lewat pengalaman yang menyenangkan. Di saat bersamaan, kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama secara berkualitas.
Bagi 23 Paskal, penyelenggaraan festival juga memperluas peran pusat perbelanjaan sebagai ruang publik. Tidak hanya berkaitan dengan aktivitas komersial, ruang tersebut dapat digunakan masyarakat untuk bertemu dan mengikuti kegiatan sosial, budaya, edukasi, maupun komunitas.
Terhubung dengan Program Paradise Merdeka Bermain
Festival Bermain Anak 2026 menjadi bagian dari program Paradise Merdeka Bermain, yang merupakan salah satu bentuk kegiatan sosial dalam kampanye BuildingTomorrow Paradise Indonesia.
Program tersebut digelar secara bersamaan di enam kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Bali, Makassar, dan Batam.
Chief of Corporate Communication Paradise Indonesia, Siti Utami, menyampaikan bahwa destinasi yang dikembangkan perusahaan tidak semata-mata diperuntukkan bagi kegiatan komersial. Menurutnya, destinasi juga memiliki peluang untuk menjadi tempat masyarakat berkumpul, berinteraksi, belajar, dan membangun hubungan satu sama lain.
Semangat tersebut sejalan dengan visi Paradise Indonesia, yaitu “To spark joy in people's lives by elevating spaces and experiences.”
Bisa Diikuti Gratis
Masyarakat Bandung yang ingin mengisi momentum libur kemerdekaan dengan kegiatan bersama keluarga dapat mengunjungi Festival Bermain Anak 2026.
Seluruh rangkaian acara dapat diikuti tanpa biaya dengan jadwal dan lokasi berikut:
- Tanggal: 17–23 Agustus 2026
- Lokasi: Atrium Hejo, 23 Paskal Shopping Center Bandung
- Biaya: Gratis
Informasi mengenai agenda acara maupun pendaftaran perlombaan tersedia melalui media sosial PlayPlus Indonesia dan 23 Paskal Shopping Center.
Pada akhirnya, festival ini menyampaikan pesan bahwa upaya menjaga tradisi tidak selalu membutuhkan kegiatan yang kompleks. Mengajak anak bermain, memperkenalkan permainan tradisional, dan menyediakan ruang untuk berinteraksi dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga budaya tetap hidup.
Dari aktivitas bermain bersama itulah tradisi dapat kembali dikenal, diteruskan, dan menemukan generasi yang akan menjaganya di masa mendatang. ***
Next News

Soroti Kawasan Citatah, Warga Ungkap Perbedaan Pemandangan Sawah dan Area Tambang
a month ago

Angka Stunting di Batujajar KBB Masih Tinggi, Camat Ingatkan Tak Beri Susu Kental Manis ke Anak
a month ago

Berikut Formasi PPPK Kemensos 2026, Ribuan Tenaga Guru Dibutuhkan untuk Sekolah Rakyat
3 months ago

Upper Secondary Lembang Darul Hikam Jadi Sekolah Unggul Garuda Transformasi 2026, Bantu Perkuat Kualitas Pendidikan
3 months ago

Bupati Jeje Sudah Lapor KDM, Pocong di Lembang Masih Berkeliaran
3 months ago

Jadwal SIM Keliling Bandung Barat dan Cimahi Mei 2026, Cek Lokasi dan Syarat Perpanjangannya
3 months ago

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Sindangkerta Bandung Barat
3 months ago

Pesta Rakyat Warnai Syukuran Juara Persib di Kediaman Umuh Muchtar
3 months ago

Persib Menang Dramatis di Parepare, Asa Juara Kian Terbuka
3 months ago

Soroti Integritas ASN, PMII Bandung Barat Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Pelanggaran Etik BKPSDM
3 months ago