Klarifikasi MBG SDN Sukamaju KBB: SPPG Bantah Makanan Tak Layak dan Ungkap Kendala Distribusi
Admin KBB - Wednesday, 19 November 2025 | 07:49 AM


INFOKBB.lD - Kepala SPPG yang mengelola MBG di SDN Sukamaju, Bandung Barat, Daniel Simanjorang memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang beredar mengenai keluhan orang tua siswa di SDN Sukamaju, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang mempersoalkan menu Makanan Bergizi (MBG) dan keterlambatan distribusinya.
Daniel Simanjorang menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan makanan dinilai tidak layak dan berpotensi mencoreng nama baik SPPG adalah tidak valid dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Keputusan Menu Didasarkan Masukan Sekolah
Terkait dengan komposisi menu yang dikeluhkan, yang terdiri dari makanan kering (tanpa nasi) berupa kroket isi sayur, kacang koro, dan buah apel, Daniel menjelaskan bahwa keputusan menu tersebut diambil berdasarkan masukan dari beberapa sekolah.
"Sehubungan dengan beredarnya artikel berita yang kurang tepat dan berpotensi mencoreng nama baik SPPG, saya selaku Kepala SPPG perlu menyampaikan klarifikasi resmi bahwa informasi tersebut tidak valid dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan," ujarnya, kepada infokbb, Rabu, 19 November 2025.
"Terkait pemberian makanan kering (tanpa nasi) yang berisi kroket isi sayur, kacang koro, dan buah apel, keputusan tersebut dibuat berdasarkan beberapa masukan dari beberapa sekolah. Mereka menyarankan agar makanan kering tidak sering menggunakan makanan UPF(Ultra Processed Food)," tambah Daniel.
Mengenai keluhan keterlambatan distribusi, Daniel mengungkapkan bahwa hal tersebut bukan disebabkan oleh kelalaian, melainkan karena kendala geografis dan kondisi lalu lintas.
Jumlah sekolah penerima MBG cukup banyak.
Lokasi sekolah yang berjauhan.
Beberapa lokasi berada di area macet atau jalan gang yang tidak dapat dilalui kendaraan.
Kondisi ini memaksa petugas distribusi harus berjalan kaki untuk mengantar makanan hingga ke titik penerimaan sekolah, yang secara otomatis membuat waktu tempuh menjadi lebih panjang.
"Kondisi ini mengharuskan petugas distribusi berjalan kaki untuk mengantar makanan hingga ke titik penerimaan sekolah, sehingga waktu tempuh menjadi lebih panjang," tambahnya.
Daniel Simanjorang berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar dan menghindari kesalahpahaman. Ia menjamin bahwa SPPG akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kualitas serta ketepatan distribusi makanan bagi seluruh sekolah penerima.***
Next News

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sukabumi Dini Hari, Getarannya Terasa Hingga Cipongkor Bandung Barat
9 days ago

Iran Disebut Sudah Pasang Ranjau di Selat Hormuz, Peringatkan Hargak Minyak 200 Dolar AS per Barel
11 days ago

Rumah Terancam Roboh di Desa Sukatani Bandung Barat, Ingin Ikut Program Rutilahu
17 days ago

Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Barat dan Cimahi Jumat 13 Februari 2026, Cek Lokasi dan Syarat Perpanjangan
a month ago

Saat Tulisan Jurnalis Memaksa Gubernur Angkat Bicara
a month ago

Live Streaming Persib Bandung vs Ratchaburi FC Leg 2 ACL 2 2025/2026, Siaran Langsung RCTI Malam Ini
a month ago

Pedagang Cilok Pakai Nama Pemain Persib Bandung, “Cilok Barba” Bikin Netizen Heboh
a month ago

Mengenal FIMI dan DIMI: Senjata Baru di Dunia Digital yang Dipelajari Wartawan Pikiran Rakyat
a month ago

Menenun Identitas, Menggores Harapan: Diversifikasi Ikonik Kearifan Lokal Desa Citengah, Sumedang dalam Pengembangan Desain Batik
a month ago

Jadwal SIM Keliling Cimahi dan Bandung Barat Jumat 13 Februari 2026, Ini Lokasi dan Jam Layanannya
a month ago