Dedi Mulyadi Sindir Wali Kota Bandung: Sampah Kiriman Kota Jadi Biang Kerok Banjir di Selatan!
Admin KBB - Monday, 08 December 2025 | 10:07 AM


INFOKBB - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, melontarkan kritik keras dan lugas yang ditujukan kepada Pemerintah Kota Bandung terkait buruknya pengelolaan sampah dan kebijakan tata ruang yang disebutnya menjadi penyebab utama banjir parah di wilayah Bandung Selatan.
Kritik itu disampaikan langsung saat Dedi Mulyadi meninjau aliran sungai yang dipenuhi tumpukan sampah di Bojongsang, Kabupaten Bandung.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa masalah lingkungan ini bukan hanya urusan lokal Kabupaten Bandung, melainkan kegagalan kolektif yang melibatkan pemerintah daerah lain, terutama yang berada di kawasan hulu.
Sampah Kiriman dari Kota Bandung
Dalam dialognya dengan Sekretaris Camat Bojongsoang, Al Azhar, Dedi Mulyadi secara khusus menggarisbawahi asal muasal sampah yang menumpuk.
"Jadi sampah ini dari masyarakat Kota Bandung dan juga dari Kabupaten Bandung," kata Al Azhar kepada Dedi Mulyadi, melalui akun media sosialnya, Senin, 8 Desember 2025.
Ia menekankan bahwa limbah yang tidak terkelola di Kota Bandung hanyut terbawa aliran sungai, memperburuk kondisi di hilir, dan secara nyata berkontribusi terhadap sedimentasi serta peningkatan risiko banjir di Kabupaten Bandung. Kritik ini secara implisit mempertanyakan efektivitas program kebersihan dan penataan lingkungan di ibu kota provinsi tersebut.
Kritik Tajam Alih Fungsi Lahan dan Perizinan Perumahan
Selain masalah sampah, Dedi Mulyadi menyoroti perubahan tata ruang yang masif. Ia menyebut bahwa daerah rawa dan resapan air diubah menjadi permukiman, dan bahkan metode pertanian di hulu (kebun sayur) menggunakan plastik yang mempercepat aliran air.
"Rawa-rawa berubah jadi pemukiman? Daerah terbuka hijau jadi perumahan? Beak kabeh (habis semua)," tanya Dedi Mulyadi.
Ia kemudian memberikan peringatan serius mengenai dampak perizinan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah:
"Kalau ini tidak segera berubah, tata ruangnya dibenerin. Tidak boleh ada izin perumahan baru. Saya yakin, 2-3 tahun ke depan, kalau banjir, ini semua tenggelam, Pak," kata Al Azhar.
Kritik ini merupakan tuntutan langsung kepada para pengambil kebijakan, termasuk Wali Kota Bandung, untuk segera menghentikan penerbitan izin pembangunan yang mengorbankan fungsi lahan konservasi.
Desakan Kerja Sama "Nyata, Bukan Wacana"
Dedi Mulyadi mendesak para pimpinan daerah di Bandung Raya untuk berhenti berwacana dan mulai bertindak dalam mengatasi masalah lintas batas ini.
"Besok saya kumpulin, Bupati Bandung, Walikota Cimahi, Bupati Sumedang, kemudian Walikota Bandung. Kerja sama dengan nyata, bukan wacana," kata dia.***
Next News

Persib Bandung Waspadai Semen Padang di Laga Tandang: Bojan Hodak Sebut Pertandingan Akan Sulit di Pekan 26 Super League 2025/2026
3 days ago

Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar LKPJ Gubernur TA 2025, Pembentukan Pansus XIII dan Laporan Reses II
5 days ago

Wajah Baru Transportasi Bandung 2026: Subsidi BRT Rp337 Miliar Disiapkan
5 days ago

Libur Lebaran 2026, Lalu Lintas ke Puncak, Lembang, dan Pangandaran Padat Merayap
10 days ago

Andrew Jung dan Layvin Kurzawa Hadiri Undangan Dubes Prancis, Wakili Persib di Jakarta
11 days ago

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sukabumi Dini Hari, Getarannya Terasa Hingga Cipongkor Bandung Barat
23 days ago

Iran Disebut Sudah Pasang Ranjau di Selat Hormuz, Peringatkan Hargak Minyak 200 Dolar AS per Barel
24 days ago

Rumah Terancam Roboh di Desa Sukatani Bandung Barat, Ingin Ikut Program Rutilahu
a month ago

Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Barat dan Cimahi Jumat 13 Februari 2026, Cek Lokasi dan Syarat Perpanjangan
a month ago

Saat Tulisan Jurnalis Memaksa Gubernur Angkat Bicara
2 months ago
