Ekonomi

Pemprov Jabar Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Longsor di Pasirlangu KBB

Admin KBB - Saturday, 24 January 2026 | 03:40 AM

Background
Pemprov Jabar Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Longsor di Pasirlangu KBB
Saluran bantuan didistribusikan ke korban longor Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Sabtu, 24 Januari 2026. (Pemprov Jabar/)

INFOKBB - Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan logistik kebencanaan bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Kampung Cikuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Penyaluran bantuan ini dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekaligus menjadi update terakhir penanganan darurat yang disampaikan hingga saat ini.

Bencana tanah longsor terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026, di kawasan kaki Gunung Burangrang. Berdasarkan laporan sementara, longsor diperkirakan menimbun lahan seluas sekitar 30 hektare dan berdampak pada kurang lebih 30 rumah warga. Lokasi pengungsian sementara saat ini terpusat di Kantor Desa Pasirlangu.

Data sementara mencatat sebanyak 114 jiwa dari 35 kepala keluarga terdampak langsung akibat kejadian tersebut. Selain itu, dilaporkan sekitar 10 orang tertimbun material longsor, dengan tiga orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Hingga saat ini, proses pendataan dan pemantauan di lokasi masih terus dilakukan oleh petugas terkait.

Bantuan logistik yang disalurkan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Bantuan tersebut meliputi tenda serbaguna, tenda gulung, kasur, selimut, family kit, kidsware, sandang anak dan dewasa, serta makanan siap saji, makanan anak, dan lauk pauk guna memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Total nilai bantuan yang disalurkan tercatat sebesar Rp100.466.670.

Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa penanganan bencana akan terus dilanjutkan pada tahap berikutnya, dengan tetap melakukan pemantauan kondisi lapangan secara berkala. Koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta unsur terkait lainnya juga terus dilakukan guna memastikan kesiapsiagaan dan respons lanjutan apabila terjadi potensi bencana susulan.*